Postingan

?

 Oleh : Akbar Trio Mashuri   “Ma, ini apa?” tanya Aysila mungil. “Sebentar lagi adek kamu akan keluar, katanya Aysila pengen punya adek.” jawab Mama. Aysila masih menatap perut Mama, mulai lihat dari depan, samping, bahkan belakang. Tiba-tiba berhenti dan bertanya lagi, “Kenapa perut Mama semakin besar?” seraya menunjukkan wajah polos. “Kan adek tambah besar, ya pastinya perut Mama tambah gede dong.” Sambil membenarkan tempat duduk, Aysila tak berhenti memandang. Ia merasa ada yang aneh dari Mamanya. “Apa dulu Aysila juga sebesar ini, Ma?” tak berhenti Aysila memberikan pertanyaan. “Tentunya sama Aysila, nanti kalau adeknya udah keluar Aysila dipanggil kakak.” Jelas mama dengan berharap Aysila tidak lagi menuangkan pertanyaan yang membuat bingun menjawab. “Lalu, Ma ...” Mama menunjukkan wajah yang lemas, tetapi harus menuruti keinginan anaknya, sebab memang pertanyaan bisa membuat mereka mengetahui segalanya baik dari dalam maupun luar. Aysila melanjutkan, “Baa...

Tentang Kasih

Gambar
  oleh: Akbar T Mashuri Mendingan ayah tawa derita yang dirasa, berjalan masuk mengetuk malam  hangat peluk diantara suara-suara tertutup bisu dingin, menutupi badang dengan perihnya luka kuasaku menutup mata, sembari menjelajah bayangan duka. menyusuri malam penuhi kunangan-kunang menyatu aku mematung menyeka runtuhnya air mata  ditengah duduknya hujan, memeluk tubuh sendiri pedih. Sidoarjo, 17 Oktober 2020

Peran Orang tua Merawat Kesehatan Mental anak saat Pandemi Covid-19

Karya:  Akbar Trio Mashuri Pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri membawa perubahan berbagai aspek kehidupan. Tak hanya orang dewasa mengalami perubahan, apalagi psikologi anak akan rentan terganggu. Semua kegiatan serba di rumah, mulai kerja, olahraga dan belajar. Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasae (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penderita skizofrenia atau psikosis sebesar 7 per 1000 dengan cakupan pengobatan 84, 9 %. Sementara itu, prelevensi gangguan mental emosional pada remaja berumur lebih dari 15 tahun sebesar 9,8%. Angka ini meningkat  dibandingkan tahun 2013, dilansir cigna.co.id. Data tersebut menunjukkan tingkat metal emosional remaja semakin besar angkanya, kondisi pandi menambah kecemasan yang cenderung berdiam diri di rumah dan bermain smart phone . Remaja semakin candu untuk bermain game, sering telah makan, dan be;ajar online tidak efektif karena berbagai halangan dari mulai signal dan paket data setiap siswa. Peran orang tua dalam merawa...

Mentang-mentang

Gambar
mentang-mentang kau kuat hardik kisah lemah menurut angan luka, sakit hati, kecewa, aku air mendingin Beku terdiam diantara sela hujan dan air mata kau ingin menjadikanku boneka setiap saat kamu peluk ketika sedih, tak diperhatikan saat bahagia. mentang-mentang kau menghindar bukan berarti aku akan bertahan melihat kau berjalan sendirian perih ingin diriku selalu menemani mentang-mentang menyepi dalam kerumunan berdian diantara duduk menghindar dibawah cahaya mentang mentang sajak tertulis rapi dengan kata kata indah aku menolak lebih baik aku jadi sampul yang pertama kali kau lihat keindahannya terakhir di laut ini saksi bisu kehilanganmu kesombongan digaungkan mentang-mentang bisa bepergian kenapa? saat ini aku merasa kau begitu perhatian meskipun tidak pernah aku rasakan? Sidoarjo, 15 Mei 2020

KONDISI PANDEMI COVID-19 PUASA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN DIRI

Momen puasa ramadhan sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Semua berlomba-lomba berbuat kebaikan, namun disituasi pandemi covid-19 akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Puasa ramadhan adalah salah satu rukun islam di mana setiap muslim yang mukallaf diwajibkan untuk melaksanakannya. Perintah puasa ramadhan disyari’atkan dengan tujuan utama untuk menggapai takwa, dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 183 artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu kamu agar kamu bertakwa . Dijelaskan dalam buku Shifatush Showah (405), Abu Ja’far berkata bahwa dia mendengar Rabiah menasehati Sufyan Ats tsauri; Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari, jika satu hari berlalu maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagia harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramalah. Dalam penerapan puasa u...

Puisi

PADA hanyut masuk dingin ke dalaman teriak memohon ampunan        pada alam          pada Tuhan dingin menyaksikan kemesraan menyisihkan kerinduan        pada dia        pada kenangannya masih tentang senja terluka atas penantian        pada harapan        pada peninggalan cerita panjang ini penuh tentangmu perasaan ini tercipta seriring waktu        pada jarak        pada kebiasaan jika rela memberi raa boehkah memilikimu selamannya? Ulul Albab, 4 Maret 2020

Berjuang Melawan Stigma

Gambar
Surabaya| Mukrim (64) berjuang demi hidupnya di Surabaya karena tidak diterima keluarga sendiri. Menceritakan bagaimana terkena penyakit kusta dan berjuang untuk memecah stigma di masyarakat, menjelaskan kepada reporter solidaritas (19/05/19). Ia menceritakan bahwa, tahun 1984 mulai mengalami penyakit Kusta, ditandakan dengan adanya flat putih dan bintik-bintik di sekitar tubuhnya. “Saya sejak SD sudah terpapar penyakit Kusta, Mas. Bahkan saya berhenti sekolah saat itu juga,” ujar Mukrim. Dinyatakan terpapar kusta, 6 bulan berobat di puskesmas Lamongan sampai dinyatakan sembuh. Dokter meenganjurkan untuk 3 bulan sekali untuk ceck up. Namun, orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) itu tidak melakukan anjuran dokter sehingga penyakit kusta datang kembali. Tahun 1986 perlahan-lahan tubuh mulai melemah, kemudian tahun 1988 tanggal 1 januari berobat ke RS Nganget Tuban, akan tetapi perlu adanya penanganan intens, pria OYPMK di rehabilitasi di RS Kediri. ...