KONDISI PANDEMI COVID-19 PUASA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN DIRI
Momen puasa ramadhan sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di
seluruh dunia. Semua berlomba-lomba berbuat kebaikan, namun disituasi pandemi
covid-19 akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Puasa ramadhan adalah salah satu rukun islam di mana setiap muslim
yang mukallaf diwajibkan untuk melaksanakannya. Perintah puasa ramadhan
disyari’atkan dengan tujuan utama untuk menggapai takwa, dijelaskan dalam surah
al-Baqarah ayat 183 artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu kamu agar kamu bertakwa.
Dijelaskan dalam buku Shifatush Showah (405), Abu Ja’far
berkata bahwa dia mendengar Rabiah menasehati Sufyan Ats tsauri; Sesungguhnya
engkau adalah kumpulan hari, jika satu hari berlalu maka sebagian dirimu juga
akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagia harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh
dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramalah.
Dalam penerapan puasa umat muslim diperintahkan untuk menahan
makan, minum, hawa nafsu, dan melakukan berhubungan badan dengan pasangan di
siang hari saat melaksanakan puasa ramadhan. Prilaku orang yang bertakwa
diterangkan dalam surah Ali Imran ayat 133-135, artinya :
133 Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan
mendapatkan surga yang luasnya seluas langut da bumi yang disediakan bagi
orang-orang yang bertakwa.
134 (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang
maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)
orang lain. Dan Allah mencintai oranag yang berbuat kebaikan.
135 Dan (juga) orang-orang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menzalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas
disa-dosannya, dan siapa (lagi) yang dapat mengempuni dosa-dosa selain Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedangkan mereka mengetahui.
Takwa di atas berorientasi untuk kebaikan bagi diri sendiri dan
orang lain, prilaku berlomba-lomba dalam keabaikan saat bulan ramdhan tentunya
menjadi sebuah kompetisi diri sehingga bisa menjadi kebiasaan dilakukan setiap
hari.
Dalam berpuasa tentu ada pendidikan didalamnya, menurut Ki Hajar
Dewantra pendidikan adalah tuntunan segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Pendidikan dalam puasa merupakan mengajak orang untuk merubah
dirinya kearah yang lebih baik dan mengerjakan sesuatu hal yang baik. Momen ramdhan
ini ccok untuk melatih jiwa selama satu bulan penuh kita untuk menahan amarah,
makan, minum dan lain sebagainya serta merngerjakan yang ma’ruf menjauhi
yang munkar.
Namun, terjadinya pandemi covid-19 aktivitas sebagaimana berjalan
normal diubah lebih baik berada di rumah saja. Seperti sholat tarawih berjamaah
di masjid, membagikan makanan untuk berbuka, dan serta melakukan hal-hal
produktif selainnya sebisa mungkin semua pekerjaan dilakukan di rumah.
Disiplin untuk mematuhi
anjuran juga termasuk pendidikan yang harus dijalankan, nyawa menjadi
taruhannya. Bukan diri sendiri yang dirugikan, tetapi juga orang lain terkena
imbasnya.
Aktualisasi pendidikan kebaikan yang bisa dilakukan saat pandemi,
yakni bersedekah atau berinfaq kepada orang yang membutuhkan, saling
mengingatkan menjaga diri baik dalam keluarga maupun orang sekitar, menuntaskan
pekerjaan yang berada di rumah, memaafkan orang yang pernah berbuat salah,
menjaga diri (imun) agar puasa bisa berjalan lancar dan bersabar menjalankan
anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah.
Jika dilakukan selama satu bulan penuh, meskipun beberapa point
kebaikan saja. Maka secara tidak langsung akan menjadi (kebiasaan sendiri).
Anggap saja ini sebagai sekolah, tempat untuk melatih dan belajar agar prilaku
menjadi lebih teratur dan peka terhadap diri sendiri serta lingkungan. Hingga outputnya
nanti menjadi pribadi yang berkualitas saat menyambut hari Raya Idul Fitri 1441
H.
Hikmah yang bisa diambil, latihan untuk bersabar menghadapi
pandemi, mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak mengedepankan amarah, lebih
memperhatikan kebersihan diri serta kesehatan, dan lebih peduli kepada sesama
manusia yang terdampak covid-19.
Akbar Trio Mashuri, fasilitator Jawa Timur.
Kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya
Merkur Slots Machines - SEGATIC PLAY - Singapore
BalasHapusMerkur Slot Machines. 5 star septcasino rating. The https://septcasino.com/review/merit-casino/ Merkur Casino game was the first to feature video slots goyangfc.com in the entire https://febcasino.com/review/merit-casino/ casino, worrione.com