Mentang-mentang


mentang-mentang kau kuat
hardik kisah lemah menurut angan
luka, sakit hati, kecewa,
aku air mendingin
Beku terdiam diantara sela hujan dan air mata

kau ingin menjadikanku boneka
setiap saat kamu peluk ketika sedih, tak diperhatikan saat bahagia.

mentang-mentang kau menghindar
bukan berarti aku akan bertahan melihat kau berjalan sendirian
perih
ingin diriku selalu menemani

mentang-mentang
menyepi dalam kerumunan
berdian diantara duduk
menghindar dibawah cahaya

mentang mentang sajak tertulis rapi
dengan kata kata indah
aku menolak
lebih baik aku jadi sampul yang pertama kali kau lihat keindahannya

terakhir di laut ini
saksi bisu kehilanganmu
kesombongan digaungkan
mentang-mentang bisa bepergian

kenapa? saat ini aku merasa kau begitu perhatian meskipun tidak pernah aku rasakan?

Sidoarjo, 15 Mei 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi dari mas sapardi djoko