Berjuang Melawan Stigma
Surabaya|
Mukrim (64) berjuang demi hidupnya di Surabaya karena tidak diterima keluarga
sendiri. Menceritakan bagaimana terkena penyakit kusta dan berjuang untuk
memecah stigma di masyarakat, menjelaskan kepada reporter solidaritas
(19/05/19).
Ia
menceritakan bahwa, tahun 1984 mulai mengalami penyakit Kusta, ditandakan
dengan adanya flat putih dan bintik-bintik di sekitar tubuhnya.
“Saya
sejak SD sudah terpapar penyakit Kusta, Mas. Bahkan saya berhenti sekolah saat
itu juga,” ujar Mukrim.
Dinyatakan terpapar kusta, 6 bulan berobat di puskesmas Lamongan sampai dinyatakan
sembuh. Dokter meenganjurkan untuk 3 bulan sekali untuk ceck up. Namun, orang
yang pernah mengalami kusta (OYPMK) itu tidak melakukan anjuran dokter sehingga
penyakit kusta datang kembali.
Tahun
1986 perlahan-lahan tubuh mulai melemah, kemudian tahun 1988 tanggal 1 januari berobat
ke RS Nganget Tuban, akan tetapi perlu adanya penanganan intens, pria OYPMK di
rehabilitasi di RS Kediri.
Setelah
keluar RS, ia mencoba bekerja tarik becak dan sedikit melawan stigma di
masyarakat. Ia memaparkan, berjuang melawan stigma di masyarakat tidak mudah,
harus mempunyai keberanian yang luar biasa untuk bertatap muka langsung dab
berinteraksi di masyarakat umum.
“Saya memberanikan diri untuk melawan stigma
yaitu jalan dari kampung ke kampung untuk berjualan buah, dan akhirnya saya
timbul kepercayaan,” ucap pria OYPMK.
Ia
menambahkan tidak hanya melawan stigma saja, tetapi perlakuan masyarakat.
“Saya
juga tidak hanya berjualan buah, mas, tapi juga berjualan sayur. Ketika saya
membeli sayur untuk dijual, setiap penjual bilang suruh menaruh uang di depan,
karena takut tertular. Padahal kita berniat baik untuk membeli dagangannya,”
ucap pria berusia 64 tahun itu.
Tidak
hanya itu, Mukrim bersama istrinya Siti Rukayah membuka warung kecil-kecilan. Disambi
dengan berjualan baju, dan penggemukan kambing.
“Semua
itu saya lakukan untuk biaya anak saya, Mas. Untuk berkuliah di Wearnes D1,
lalu lanjut kuliah lagi di Akademi Perawat Mojokerto D3 sampai lulus,” tukas
Mukrim.
Terakhir
ia bersyukur, karena semua sudah terlewati. Anaknya sekarang sudah berkeluarga
dan bekerja di RS AL Tanjung perak.
Reporter: Akbar Trio Mashuri
~Pelatihan prespektif difaabel dan kusta bagi Jurnalis, oleh NLR.

Komentar
Posting Komentar