assalamu'alikum ......guys ketemu lagi kali ini saya akan mempersembahkan bullettin pda malam hari ini...

Tentang alasan, kenapa orang minder saat menyebut namanya sendiri di depan umum.
1.     Yang menjadi faktor terpenting adalah kepercayaan diri, sehingga mereka yang merasa malu akan lebih sungkan untuk menyebut namanya sendiri di depan umum. Mungkin sebagian orang berpendapat,bahwa itu bisa menimbulkan sifat ananiyah atau egois. Namun semua kembali pada niatnya masing-masing.
2.     Menunjukkan rasa rendah hati. Walaupun tak semua orang yang berani secara terang-terangan menyebut namanya sendiri di depan umum adalah orang yang sombong. Cara orang menyebutkan mananya sendiri ini adalah berbeda-beda, tergantung dari kadar sikap percaya dirinya.
3.     Semua hal yang di lontarkan, baik nama sendiri atau sikap-sikap yang menunjukkan dirinya sendiri tergantung pada niatnya.
4.     Mungkin ia merasa namanya tidak ngetren, seperti zaman sekarang yang namanya hampir abjad A-Z di tuangkan :D just kidding.
Demikianlah uraian tentang ‘Alasan menyebut nama sendiri di depan umum’. Mungkin ini hanya ala kadarnya, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat. Amin J
Apakah kalian termasuk orang yang minder saat menyebut nama sendiri di depan orang banyak? (utsnida)

Bagi yang mau berlanggangan bisa menghubungi Juhaina Afifah 4A atau LukmanAji 4D bisa dianter ke kelas lhoo..Rp.2000/bln
TIM REDAKSI
ANGGOTA KIS ‘15
Sponsored by:









AlamatRedaksi : Jl. Madura no. 36 JoresanMlarakPonorogoTelp. 085955051163 (Lukman)

   

Bismillahirrohmanirrohim

Media Motivasi, Religi, Curhat, dan Kisah Inspirasi
     Edisi44 Sabtu, 17 Januari 2015   Blog: Komunitasilmiahkis.blogspot.com

               Karya Terindah                              Adik paman namanya Arya
            (Juhaina Afifah 4A)                             Bawa bekal dengan keranjang
                                                                        Masa muda masa berkarya
Wahai Pemuda masa depan                             Mari mulai dari sekarang
Jangan kau menjadi ililalang
Yang menyepi dalam riak kehidupan
Hanya sembunyi di balik keraguan
Bimbang menentukan keputusan
            Tapi,
            Mulailah berkarya dari yang kau punya
            Menyelami dalamnya lautan karya
            Berlari mengejar mimpi masa depan
            Mendaki gunung kesuksesan
Genggam dunia dengan karya
Yang kelak pasti akan diingat
Juga di kenang jutaan manusia

 

Apa yang ada di benak kalian dengan kata “karya”? apa sih karya itu? Dan kapan kita dapat membuat suatu karya? Pada edisi kali ini kami akan mengupas tentang pengertian dari karya dan berkarya. Simak baik-baik ya.. chek this out...
Karya adalah tata cara tentang bagaimana seseorang berusaha mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka, melalui media-media tertentu. Misalnya seorang penulis meluapkan segala pikirannya melalui karya tulis y
Ayo tunjukan karya mu! Dengan mengisi kolom karya ini dengan karya ciptaanmu sendiri. Bisa berupa, puisi cerpen, atau karya tulis yang lain. Mari berlomba-lomba dalam kekreativitas!!
Kolom karya












Nb: Kirimkan ke Tim Redaksi KIS
               

ang dibuatnya, seperti, puisi, cerpen, novel, dan lain-lain. Seorang pelukis memainkan inspirasinya sedalam mungkin dan mulai mengolah gambar-gambar dengan kanvas yang ia gunakan, serta contoh-contoh yang lain-lain. Dengan menciptakan suatu karya seseorang dapat menemukan pemikirannya, sehingga menjadi wadah untuk menampung kreativitas-kreativitas yang tercipta.
Bagi yang mau kritik atau saran silahkan menghubungi M.Husen Abidin 4A atau Utsnida Mubarokah 4C
 




















































Yang dapat menciptakan karya bukan hanya seniman saja, tapi semua orang dapat berkarya. Tentunya dalam bidang yang berbeda-beda. Dalam hal ini biasanya didasari minat dan bakat setiap orang. Oh iya, karya bukan berarti sesuatu hal yang luar biasa, akan tetapi karya adalah sesuatu yang dihasilkan dari pemikiran. Bahkan coretan-coretan tidak jelas di kertaspun disebut dengan karya. Berkarya dapat dilakuakn di mana saja dan kapan saja, asalkan tahu kondisi dan situasi. Suatu hal yang ambigu jika seseorang mengekspresikan bakat menarinya di pasar :D (nanti malah dikira topeng monkey :D)
Seseorang dapat menghasilkan suatu karya yang baik apabila :
1.    Benar-benar niat untuk menciptakan suatu karya tersebut
2.    Bersungguh-sungguh dan tekun
3.    Melaksanakan dengan sepenuh hati, jika hanya setengah maka hasilnya juga akan setengah
4.    Yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang terbaik bagi kita.
So, that’s our argument. Do the best for yourself and ourselves. KEEP SPRIT ON YOUR CREATE J (Okta)
Cerbung
 


 Hai hai... apakah kalian menunggu cerbung alias cerita bersambung kita lagi? Pastinya dong :D oke tanpa basa-basi dan babibu, mending kita simak cerbung kali ini.We hope, you can have fun :D
Story begin........
Pencipta Malu-Malu

Revin tersenyum, saat selesai membaca ulang puisi yang telah ia rampungkan beberapa menit yang lalu. Ia rasa, kali ini imajinasinya lebih menyenangkan daripada hari-hari sebelumnya. Bagaikan senja mendapat penyinaran matahari disiang hari, Revin merasa nyaman dan mudah saat akan memulai suatu karya tulis. Sedangkan kesulitan yang nampak pada diri seorang penulis adalah pada masa awal, namun ini sama sekali tak berpengaruh kepada Revin. Tak jarang juga Revin merasa seakan-akan ia akan gila, ketika dirinya tak menemukan imajinasi yang pas. Sedangkan tangannya gemas ingin segera menulis.
Bertanggungjawablah dengan semua apa yang telah kau ciptakan
Namun  sayang, Revin memiliki rasa malu yang sangat kuat, sehingga membuat orang di sekitarnya geram gara-gara gregetan. Hal ini membuatnya untuk merelakan dengan percuma karya ciptaannya kepada orang lain, tentunya nama pencipta sama sekali tak mencantumkan namanya sebagai pencipta aslinya. Sahabat Revin yang bernama Navaro sudah tak sanggup lagi memberi nasihat kepada Revin. “Rev! Mbok ya kamu itu lebih mengangkat karya mu sendiri, daripada seperti ini? Orangpun tak tahu kalau kamu ini sebenarnya penulis maniak” ucap Navaro 2 hari yang lalu. Ucapan Navaro ini, bagi Revin hanyalah angin yang berlalu dan tak tentu arah, tentunya ini adalah pemikiraan yang sangat dangkal untuk ukuran seorang penulis. Tidak jarang acap kali karya-karyanya sangat di minati oleh kebanyakan orang. Pernah novel karyanya menjadi best seller di Indonesia. Akan tetapi yang menikmati jerih payahnya adalah orang lain yang enggan berusaha.
Setiap harinya Revin tak bekerja, ia hanya mengandalkan uang dari orang-orang yang menagih karya kepadanya. “uhuk-uhuk.... Rev!!” suara serak berhasil membuyarkn Revin dari lamunanya, ia tersitegap berdiri lalu mengucek matanya. Ia masukkan puisi yang baru saja ia rampungkan ke dalam tasnya, kemudian ia langsung menumui ibunya yang sedang sakit. “Rev! Apa kau sudah melamar pekerjaan yang tetap? Atau malah sudah di terima bekerja di suatu tempat? Ibu khawatir dengan masa depanmu” suara serak wanita paruh baya ini, berhasil membuat Revin tak mampu menatapnya, ia menundukkan kepala. “Revin terlalu banyak membuat janji manis kepada orang bu, ini membuat Revin tak bisa lari dari taggungjawab. Kata ibu, janji adalah hutangkan? Mungkin..
 TBC-------- to be continued (Ani)

                Pelukis salah melukis

Mentari pagi telah tersenyum, Semua burung-burung telah berkicau. Dodit mempunyai tujuan tertentu dalam liburan ini yaitu lomba mulukis tingkat kota/kabupaten. Perasaan Dodit sudah tidak sabar lagi untuk mengikuti lomba melukis.
Libur semester telah tiba, saat-saat yang ditunggu sudah dekat yaitu lomba melukis tingkat kota/kabupaten yang bertemakan “Alam Sekitar Kita”. Waktu liburan, Dodit memanfaatkan untuk latihan melukis. Dilomba ini Dodit bertekad untuk mendapatkan juara 1 (satu). Di sela-selalatihan Dodit mempunyai cerita yang sangat lucu yaitu waktu malam-malam Dodit menggambar dengan mendengarkan radio sehingga perasaannya mengantuk. Akan tetapi,Tangan Dodit tetap membawa pena, dan pena itu terus mencoret-coret kertas yang ada di depannya. Sehingga membentuk lukisan Mak lampir dan Grandong. Setelah bangun dari tidurnya, Dodit kaget atas lukisannya. Dia tidak menyangka atas lukisannya. Dan lukisan itu terkenang dan ditempelkan di dinding kamarnya. Dia baru sadar ternyata Dodit melukis melalui alam bawah sadarnya.
 Waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba. Setelah tahu ternyata peserta yang ikut perlombaan ini cukup banyak, Yaitu 50 orang. Tantangan yang Dodit hadapi semakin sulit karena bukan hanya pesertanya banyak akan tetapi yang ada di pikirannya lukisan yang di pajang di dinding kamar (Mak lampir + Grandong). Dan tiba-tiba Dodit mendengar suara yang berisik sekali dari sebelah temannya.  Karena terlalu penasaran, Dodit menuju kesuara tersebut.oh...ternyata....suara itu bersumber dari kucing beranak (meong-meong anak mana,anak mana,dimana-dimana).dengan suara yang tidak berhenti-henti tersebut, Dodit semakin tidak berkonsentrasi kepada lukisan yang dibuatnya.Dan tiba-tiba Dodit kaget atas lukisannya yang tidak sesuai dengan tema yang ditentukan oleh Panitia. Akan tetapi Dodit melukis Gambar yang ada di dinding kamarnya Yaitu Gambar Mak lampir+Grandong.
 Waktu melukis pun telah selesai dan semua lukisan ditempelkan di papan tulis guna untuk dinilai. Dan di sangka-sangka lukisan Dodit di kagumi oleh peserta dan panitia. Dodit sangat kagum dan terpesona. Padahal Dodit dari desa yang terpencil. Dengan lukisan itu Dodit menjadi terkenal sebagai pelukis cilik di indonesia. (Husnuridho)













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentang-mentang

puisi dari mas sapardi djoko