Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

puisi dari mas sapardi djoko

HUJAN BULAN JUNI Sapardi Djoko Damono tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu SIHIR HUJAN Sapardi Djoko Damono Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan -- swaranya bisa dibeda-bedakan; kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela. Meskipun sudah kau matikan lampu. Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan - - menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan YANG FANA ADALAH WAKTU Sapardi Djoko Damono Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa. ...
assalamu'alikum ......guys ketemu lagi kali ini saya akan mempersembahkan bullettin pda malam hari ini...
Assalamu'alaikum ......Guys kali ini kita akan Belajar tentang puisi ....  Episode 1.  Pertama mari kita mengumpamakan Sebagai benda Atau yang lainya . Contoh . Aku tinta Mengalir ke pena         (trus bagian baris ketiga dan ke empat adalah keterangan) Mengukir kata menjadi bermakna                         Dan untuk bait selnjutnya kita bisa menghayal atau mengambil bagian dari bait pertama. Hitam tulisan Mengikis kelembutan mengakhiri kegagalan Iblis mulai lemah Ruh bayi mulai bertangisan           oke jadi kaya' gtu guys..... Selamat mencoba.....