Tentang Kasih
oleh: Akbar T Mashuri Mendingan ayah tawa derita yang dirasa, berjalan masuk mengetuk malam hangat peluk diantara suara-suara tertutup bisu dingin, menutupi badang dengan perihnya luka kuasaku menutup mata, sembari menjelajah bayangan duka. menyusuri malam penuhi kunangan-kunang menyatu aku mematung menyeka runtuhnya air mata ditengah duduknya hujan, memeluk tubuh sendiri pedih. Sidoarjo, 17 Oktober 2020